Hai, ketemu lagi dengan saya di Anubis Room!

Inilah blog khusus bagi para penggemar:
->Anime ( kartun jepang )
->Manga ( komik jepang )
->Games ( Classic - newest console )
->J-pop/rock/anything
->How to draw comic/manga
->and all about japanese....


*WARNING!!*
This is NOT a DIARY BLOG!!
Bila anda mencari Blog Diary saya, silakan lacak di Friendster! Hope You'll find it by yourself! :)



So, sudah pada kenal saya kan? Nah, bagi yang sudah kenal, just skip this part, OK! Dan bagi yang belum, bolehlah simak profil di bawah ini:

ANUBIS PROFILE:

Nama: Chandra Martinez
Nick: Anubis-chan (the common one), Mokochan (di Kampus), Pitex (SD), Jiban (SMP), Beatles (SMU), Shinji Ikari (forum), dll.
Umur: Err....rahasia dong!
Hobby: Watch anime and reading Manga, Drawing, Reading, Cyber Surfin' , main game classic, etc.
Interest: Animanga, Art, Write a fiction story.
Contact me by:
> E-mail: anubis_chan@Yahoo.com
Fave Anime: Evangelion, .Hack//series, Gundam, Kanon, Trinity Blood, Naruto
Fave Manga/Comic: Chrno Crusade, FullMetal Alchemist, Eyeshield21, Salad Days, Harlem Beat.
Fave Game: Fatal Frame 2, Eretzvaju, Beatmania, Metal Gear, Lunar, dll.

Ehm..ehm...uhuk-uhuk lagi males bikin profile nih.........
Jadi sekian dulu perkenalan dari saya, dan selamat menyaksikan!!



>> Other Authors :
Those who also help me in this blog:


ANNISA FADILLA


Nama: Annisa Fadilla Yusuf
Nick: Nisa, Claudia, Kaede.
Umur: 3 tahun dibawah Anubis :)
Hobby: writing, drawing, eating, sleeping
Interest: shota!!!
Contact me by:
> E-mail: annisafyusuf@live.com
> MSN : Ask me!
Fave Anime: Summer Wars, Paprika, Spirited Away, Gunslinger Girl .
Fave Manga/Comic: NaBi, June The Little Queen, Platina, Beyond The Beyond, Fairy Tail, Bakuman, The Flower of The Deep Sleep, Sparkling Gingachou, Tonari no Anata .
Fave Game: Silent Hill 3, Final Fantasy XIII, The 3rd Birthday, Metroid: Other M, Kingdom Heart: Birth by Sleep

YOUREN


Nama: Rahma widhi A.P.
Nick: Youren, Ma, Rahma ( di SMK ), Macan Tutul( dari my uncle ), .
Umur: Satu tahun di bawah Annisa Fadilla
Hobby: Reading comic, swimming, main game, nonton tv
Interest: Anime+Manga, J-Pop, Kucing n Sejinisnya
Contact me by:
> E-mail: poizen_sw33t_girl@yahoo.com
rahma_widhi_3sk3@yahoo.com
> Friendster : sama dengan e-mail di atas
Fave Anime: HanterxHanter, Ragnarok Animation, NG Evangelion, Naruto, dll .
Fave Manga/Comic: Chrono Crusade, Chobits, Hack//The Legends of Twilight, CLAMP's Manga's, DN-Angel, dll(sesuai selera hati).
Fave Game: Final Fantasy (All Series), Suikoden (All Series), Anywhere.

Nah, bagi anda yang mau juga bergabung maupun ingin menyumbangkan artikel/info disini, silakan kirim e-mail ke saya di anubis_chan@yahoo.com.
We'll be waiting 4 U! :)



Oh iya, bagi yang sudah kesini, tolong isi Message-board di bawah ini ya! Terserah mau dikasih saran, pesan, unek-unek,dll. Asal jangan terlalu sarkastis, muluk-muluk, dan berbau SARA. Request artikel ataupun alamat web juga bisa, OK!

MESSAGE-BOARD:
   

<< July 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31

Nah, monggo pinarak rumiyin! Silakan duduk-duduk, melihat-lihat, dll. Anggap aja rumah sendiri, asal jangan lupa rumah punya sendiri aja, ntar kapan pulangnya... hehehe.......:P



Anda adalah pengunjung ke :
Website counter Sejak Juli 2010

**STOP PRESS!!**
Perhatikan Counter di atas! Apabila anda adalah pengunjung ke 10.000. Segeralah melapor / e-mail ke anubis_chan@yahoo.com dengan menyertakan alamat e-mail anda dan bukti berupa screen-capture counter diatas. Akan ada hadiah menarik untuk anda! :)


Selamat kepada Saphire Diablo yang pernah beruntung menjadi pengunjung ke-10.000 periode 2011 dengan bukti fotonya. Pemenang berhak memperoleh hadiah istimewa dari kami. Sekali lagi, selamat!!

->>Fave Forum Links<<-


HOTGAME ONLINE.com

RAGNAFILIA.com

GAMEINDO.com

ANIMEINDO.com

WINTER PARADIXE

V.G.INDO

KAFEGAUL

ANIMINDO


->> Fave List Links <<-







Affilates :



->>The Old MENU<<-

+ANIME
-Evangelion: REbuild
-Chobits
-GANTZ
-Samurai Champloo
-Ragnarok Animation
-Wolf's Rain
-Last Exile
-Onegai TWIN!
-Scryed
-Evangelion
-Cardcaptor Sakura
-Kenshin / SamuraiX
-Gundam Wing
-Inuyasha
-You're Under Arrest
-Macross Zero
-Tokimeki Memorial OVA
-Sakura Wars

+MANGA
-Yakitate! JAPAN
-ARIA
-Hikaru no Go
-+Anima
-Detective CONAN
-Shonen MAGZ
-MONSTER
-Chrno Crusade
-Salad Days
-Harlem Beat

+MOVIES
-FFVII: Advent Children *HOT*
-Casshern
-Azumi

+TOKUSATSU
-Kamen Rider RYUKI

+GAMES
-Nanaca Crash!
-Photography Games
-Haunting Ground
-Isaku & The House
-Final Fantasy XIII
-NintenDogs
-Densha de GO!
-Love Hina Advance
-Fatal Frame III
-Hikaru no Go 2 (GBA)
-Fatal Frame II (close-up)
-Ghost in The Shell
-Chaos Legion
-Ragnarok Online
-Fatal Frame II
-Valkyrie Profile
-Eretzvaju
-Metal Gear Solid
-Beat Mania
-Ridge Racer Type-4

+CLASSIC GAMES
-Ninja Ryukenden Trilogy
-Assault Suit Valken
-Clock Tower : First Fear
-Datach : Dragonball Z WFT
-Tales Of Phantasia
-Sailor Moon R
-Tokimeki Memorial
-Chrono Trigger
-Metal Warrior
-Shinobi III
-Breath of Fire II
-Conquest Palace
-Dragonball III

+ARTISTS
- Tomiko Van (DAI)
- Yukie "SADAKO" Nakama

+SING WITH ME!
-Depend on You (Thousand Arms)
-Fukai Mori (Inuyasha)
-Beautiful (.Hack//DUST)
-I am (Inuyasha)
-Soul Refrain (Evangelion)
-4th Avenue Cave (Kenshin)
-Pure Snow (Himikoden)
-Duvet (S.E.Lain)

+MISCELLANOUS
-Yakitate Japan receipe
-Top 4 game composers
-FFVII goes to Trans7
-ANUBIS-blog in HOTGAME Magz
-Deathnote Book Merchandise
-Machiko's Workshop
-NintenDolie!
-NINTENDO -DS
-DDR fight the Autism!!
-Parade Anime TransTV!
-Animonster #62


->>Our Friends<<-
::Miss OMG (Ann)::
::Forsecaworks::
::Axblue (Ever)::
::AnnisaFadilla::
::Yaya666::
::Edi PS2::
::Chiw::
::SSigilipoe::
::Gitablu::
::Widodo::
::Terapi Komik::
::BloGombal-2::
::FujiwaraYuuki::
::Waiku::
::BloGombal::
::Sasqo-chan::
::Yamapink::
::Ecchan::
::Annisa::
::Arantoe::
::IndoAnime::
::HiguRashi::
::Xiaoyu::
::Aoi-chan::
::Leadz::
::Zel::

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Saturday, April 09, 2005
MOVIE TODAY #1

AZUMI
2003-2004 Ryuhei Kitamura - Toho Company, Toshiba Entertainment.

Azumi Cover Movie Festival 2004Beberapa saat yang lalu, saya sempat mengunjungi sebuah rental VCD dan menguping dialog salah satu pelanggan dengan seorang pelayan persewaan VCD disana :

"Mas, film tarung pedang yang bagus selain film silat cina apalagi ya?"  tanya sang pelanggan.
Sang pelayan pun menawari "Kalau film samurai gimana?"
"Wah, emoh ah!" jawab pelanggan itu langsung. "Film samurai mah ngebosenin, ceritanya berat, nggak ada actionnya. Tarungnya paling cuma gitu-gitu doang."

Pendapat pelanggan tersebut memang nggak salah. Saat pertama kali saya menonton film Samurai jaman dulu, saya juga punya pendapat yang serupa. Saya sempat dibuat boring abis dengan actionnya, padahal seharusnya sebuah film yang menggunakan senjata seperti pedang samurai tentunya diharapkan setidaknya punya 1 adegan action yang mampu menghibur penontonnya. Tapi yah apa boleh buat, memang dari dulu begitulah cara bertarung para samurai : Kemenangan secara cepat adalah prioritas utama, melumpuhkan musuh tanpa banyak membuang gerakan percuma, dan menyerang daerah mematikan dalam sekali tebas tanpa meninggalkan rasa sakit bagi korbannya.

Mungkin hal itulah yang membuat banyak konsumer film merasa ilfil dengan film-film Samurai Jepang. Paling-paling yang mau nonton hanyalah segelintir orang yang memang menyukai sisi cerita, sejarah, dan perkembangan Jepang atau memang ngefans dengan produk Jepang. Sedangkan sisanya kabur mencari  film action yang lebih bagus. Begitu pula yang terjadi saat saya diajak menonton film Azumi, Red Shadow, dan Zatouichi yang kebetulan muncul di awal millenium ini. Dalam hati saya sudah menduga kalau film-film baru ini pasti mengecewakan dalam hal action, walaupun ceritanya mungkin bagus. Tapi setelah menonton semuanya, ternyata saya memang harus mengkoreksi penilaian saya tersebut. Jaman telah berubah. Film Jepang jaman sekarang rupanya sudah menyadari kelemahannya, dan ketiga film tersebut telah membuktikan hal itu....

Diantara ketiga movie tersebut, satu yang paling saya sukai adalah Azumi, sebuah movie yang diangkat dari kisah manga dengan judul sama karya Yu Koyama, dimana pernah dimuat secara bersambung dalam majalah "Manga Superior" yang sempat diterbitkan sekitar tahun 97-an. Beruntung sekali saya pernah menemukan komik aslinya di salah satu toko loak Yogyakarta saat saya pertama kali kuliah disana ( koq malah pamer hahaha.... :P ). Whew, hampir saja off topic. Sebaiknya kita segera melangkah ke review bulan ini sebelum sifat narsis saya kambuh lagi.... XP

Sekigahara Battlefield

Setting cerita dalam Azumi diambil beberapa tahun saat perang Sekigahara berakhir di Jepang, dimana banyak sekali prajurit yang kehilangan nyawanya dalam perang saudara tersebut ( konon Sekigahara memang dikenal sebagai perang besar yang memakan ribuan korban dalam sejarah Jepang ). Pada saat itu, tersebutlah 3 panglima perang bernama  Nagamasa Asano, Kiyosama Kato, dan Masayuki Sanada yang ternyata masih memiliki ambisi untuk menguasai rezim Jepang atas nama kaisar Hideyori Toyotomi, walaupun sebenarnya mereka sudah kalah dalam perang mematikan itu. Tentu saja hal itu menandakan bahwa perang masih belum berakhir. Untuk itulah, muncul beberapa pihak tertentu yang mencoba menyelamatkan Jepang dengan mencegah perang berdarah terjadi kembali. Pihak-pihak tersebut antara lain terdiri dari para kaum samurai dan clan Ninja. Sedangkan cara yang mereka tempuh pun bermacam-macam, mulai dari menyusup kedalam pihak kekaisaran sampai dengan membunuh para petinggi yang ada supaya siasat perang dapat dicegah. Kebetulan siasat yang dijalankan dalam cerita ini cukup ekstrim, yaitu dengan usaha pembunuhan secara langsung atas ketiga panglima perang tersebut.

Adegan movie Azumi dibuka dengan seorang gadis kecil yang menangis sendirian di tengah-tengah gurun karena baru saja kehilangan ibunya. Beberapa menit kemudian, datanglah seorang pria bersama-sama dengan 3 orang muridnya yang masih anak-anak menghampiri gadis itu. Setelah mencoba menenangkan hati sang gadis cilik yang masih berduka, mereka pun melanjutkan perjalanannya kembali. Namun sebelum pergi, salah satu dari mereka mengulurkan tangan kepada gadis cilik tersebut seraya mengajaknya ikut serta. Gadis itupun menjawab dengan menyambut uluran tangan itu, dan iapun bergabung untuk melanjutkan perjalanan bersama mereka berempat.
Nama gadis itu adalah Azumi....

Azumi & friends

Tahun demi tahun berlalu, gadis itu kini telah tumbuh bersama dengan kesembilan saudara seperguruannya dibawah bimbingan sang guru yang sebenarnya juga seorang mantan pejuang perang. Mereka pun didik dan dilatih dengan keras bersama alam di pengunungan,  terisolasi dari dunia luar. Setelah mereka mulai menginjak remaja, itulah saatnya bagi mereka untuk melangkah ke dunia luar dan mulai menjalankan tugas yang harus mereka tuntaskan demi menyelamatkan negeri mereka. Dengan berbekalkan ilmu pedang dan aliran bela diri masing-masing, misi mereka pun dimulai.....  

Don't move, or I'll shoot you!   Well? Shoot me if you can!

Seperti yang sudah saya ungkit-ungkit soal adegan action diatas, movie Azumi memang unggul dalam hal action. Saya yang awalnya meremehkan kualitas action dalam film ini berhasil dibuat berbalik terpukau. Koreografi yang digunakan dalam film ini memang tidak main-main kualitasnya, belum ditambah dengan teknologi kamera canggih yang membuat film ini tambah semarak. Kekaguman saya semakin bertambah setelah tahu kalau pemeran utama dalam film ini adalah seorang gadis muda yang usianya hampir sepantaran dengan saya. Ya, aktris Aya Ueto ternyata sukses membawakan tokoh utama Azumi dalam movie ini dengan sempurna ( entah darimana dia bisa dapat ilmu berpedang yang keren serta skill bertarung seperti itu saya nggak tahu, tapi yang jelas gadis ini sudah membuat saya terpana dengan aksinya di sepanjang film ini  ^_^;  ). Tidak hanya itu, film Azumi ini juga dihiasi oleh beberapa aktor yang memang sudah terkenal baik lewat layar kaca maupun layar bioskop. Diantaranya yang saya kenal adalah Joe Odagiri yang pernah membintangi serial Kamen Rider Kuuga , walaupun Sayangnya dia mendapat peran minor disini ( buat fans Godai Yusuke bersiap-siaplah shock! ^_^ ).

Bloody Battle

Karakteristik tiap tokoh dalam film garapan Ryuhei Kitamura ini pun digambarkan secara manusiawi. Kita bisa melihat perbedaan sifat antara Azumi dan rekan-rekannya. Ada yang berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya sampai-sampai rela membuang temannya sendiri kalau perlu, ada juga yang setia kawan dan mau berkorban demi orang lain walaupun harus kehilangan nyawanya sendiri. Sifat Azumi sebagai tokoh utama pun mengalami perubahan yang signifikan. Seperti yang kita ketahui, tugas Azumi adalah menyelesaikan misi dengan cara apapun, termasuk membunuh. Namun hal itu bukan berarti Azumi adalah seorang pembunuh berdarah dingin yang membantai musuh-musuhnya tanpa pandang bulu, karena bagaimanapun juga Azumi adalah seorang gadis muda yang masih memiliki hati manusia. Itulah sebabnya, ditengah-tengah cerita ia sempat bimbang saat harus menjalankan misi menjadi pembunuh, hingga pada akhirnya ia berubah menjadi pelindung bagi kaum lemah. Azumi juga memperoleh keuntungan dari sisi gender. Sebagai seorang gadis tentunya tidak banyak orang yang tahu bahwa dibalik wajahnya yang manis tersembunyi kemampuan bertarung yang sangat tangguh. Apalagi ia memang memiliki keunggulan dari segi keseimbangan antara kecepatan ( karena tubuhnya ringan ) serta kekuatan, yang belum tentu dimiliki oleh kaum pria. Benar-benar sebuah kombinasi mematikan bagi siapa saja yang menjadi musuh Azumi.

We're surrounded!Dari segi cerita, Azumi juga menawarkan sebuah plot yang cukup unik. Ketika saya menontonnya, saya sempat merasa dipermainkan oleh movie yang satu ini. Saat saya pikir ceritanya hampir berakhir, eeh...ternyata masih ada kelanjutannya, eeh...ternyata masih ada adegan tarung sekali lagi, dan seterusnya, dan seterusnya. Kalau boleh saya bilang, movie Azumi ini lebih mirip seperti serial yang kemudian digabungkan menjadi satu dan dikemas dalam sebuah movie panjang berdurasi 2 jam. Kebetulan orisinalitas juga cukup berperan dalam jalan cerita Azumi. Kita bisa merasakan betapa mengejutkannya ujian terakhir yang harus ditempuh Azumi bersama saudara seperguruannya sebelum diperbolehkan turun ke dunia luar, atau latihan mental yang diberikan oleh guru mereka dengan cara harus berdiam diri dan melihat warga desa yang dibantai satu-persatu oleh para penjahat. Swear, saya belum pernah melihat film dengan plot cerita yang edan dan surprising macam ini sebelumnya. Sayangnya film ini agak sedikit minus dalam hal endingnya.

So, penasaran dengan kualitas action film jepang jaman sekarang? Suka film ancient japan? Menganggap review saya terlalu berlebihan? Silakan buktikan sendiri lewat movie Azumi ini!

Story: 8.0
Graphic: 9.0
Character: 8.0
Music: 8.5
Overall:
8.3

Rating : 18+ ( delapan belas tahun keatas ).
Kalau anda perhatikan bercak darah pada cover Azumi di atas, pastinya anda bisa menduga sendiri seberapa tinggi tingkat kekerasan yang bakal ditampilkan oleh movie ini. Yup, this movie is full of blood & gore! Walaupun tidak sampai ke tingkat yang paling parah, tapi adegan berdarah dalam film ini memang tidak bisa dibilang sedikit ( mungkin karena mengikuti pakem manga aslinya yang notabene khusus untuk dewasa ). Selain itu, kisah ceritanya juga cukup tragis dan lumayan sadis. Benar-benar perlu mental yang cukup untuk menonton keseluruhan adegan hingga akhir cerita, walaupun untungnya hal itu mampu diimbangi dengan cerita dan kualitas audio-visual yang memadai. Jadi sebaiknya jangan nonton film ini kalau memang nggak tahan melihat darah ataupun adegan tragis, kecuali kalau anda memang hardcore mania ^_^


Trivia : Masih ingat Hideo Kojima? Sang kreator game METAL GEAR SOLID ini juga sempat muncul dalam film Azumi. Walaupun sayangnya dia hanya dapat peran figuran yang akhirnya terbunuh menjelang akhir cerita. How sad....


Posted at 10:20 pm by Chandra Martinez
Beri komentar disini!  

Tuesday, February 22, 2005
MANGA TODAY #6

Hikaru no GO ( Hikaru's GO )
1998 - Yumi Hotta ( Story ) & Takeshi Obata ( Artwork ), Weekly Jump.

Hikaru's Go!Jepang memang termasuk negara yang cukup aneh dan kreatif dalam mengambil topik cerita untuk karya mereka. Tidak percaya? Nah, cerita Hikaru no Go inilah buktinya. Lihat saja sendiri, hanya dengan berbekalkan sebuah permainan Go / Igo ( catur jepang yang menggunakan biji hitam & putih untuk bermain ) saja, seorang penulis wanita bernama Yumi Hotta berhasil 'menyulap'nya menjadi sebuah cerita yang sangat menarik dan digemari. Padahal permainan Go termasuk permainan tradisional yang cukup rumit kalau dibuat dalam bentuk cerita komik, tapi nyatanya kisah ini berhasil menarik para anak-anak muda baik di Jepang maupun di luar negeri untuk ikut bermain Go juga. Memangnya bagaimana sih hasil dari 'sulap' itu sebenarnya? Simak review berikut ini :

Kisah Hikaru no Go dibuka oleh seorang anak SD bernama Hikaru Shindou yang tengah mengunjungi rumah kakeknya bersama teman perempuannya, Akari Fujisaki. Awalnya sih keduanya cuma datang untuk membongkar gudang loteng dan menemukan barang bekas yang bisa dijual, namun tiba-tiba saja sebuah peristiwa tidak terduga terjadi. Di dalam gudang itu, Hikaru menemukan sebuah papan Go yang sangat kuno dengan bercak darah di bagian sisinya. Anehnya, hanya Hikaru yang bisa melihat bercak darah tersebut, sedangkan Akari maupun orang lain malah tidak melihat apa-apa disitu. Belum selesai Hikaru terheran-heran dengan fenomena aneh itu, mendadak muncul hantu berbaju putih ala Onimyoujin dari dalam papan Go tersebut, dan Hikaru pun pingsan seketika....

The Bloody Board?       Sai's appearance!!

Ketika terbangun kembali, Hikaru mendapati bahwa 'seseorang' telah merasuk ke dalam tubuhnya dan kini bersama-sama dengannya. Hikaru pun mencoba berkomunikasi dengan 'seseorang' tersebut, dan setelah ditelusuri ternyata ia adalah hantu pemain Go jaman dulu yang bernama Sai Fujiwara.

Sebenarnya Sai ini adalah seorang pemain Go yang sangat berbakat di jaman dinasti Heian, sayangnya pada suatu hari ia dikalahkan oleh seorang pemain Go saingannya di sebuah kerajaan tempat dia mengajar permainan Go dengan cara yang curang. Karena tidak mampu menanggung kekalahan dan rasa malu, akhirnya Sai memutuskan untuk bunuh diri. Namun rohnya yang masih penasaran untuk selalu bermain Go akhirnya bersemayam di dalam papan Go yang kini ditemukan oleh Hikaru tersebut. Iapun baru bisa muncul sampai nanti ada orang 'terpilih' yang menemukannya dan membantunya bertanding dengan orang terkuat dalam permainan Go dari jaman ke jaman.
Sebelumnya, Sai pernah masuk juga kedalam tubuh seorang anak bernama Honinbou Shusaku ( salah satu tokoh bersejarah dalam dunia Go di Jepang pada jaman dulu ). Namun sayangnya Shusaku meninggal karena penyakit yang dideritanya saat berumur 34 tahun sebelum berhasil memenuhi harapan Sai. Nah, dengan pertemuan kedua ini, Sai berharap agar bisa menggapai mimpinya dengan menuntun Hikaru menjadi pemain Go profesional seperti halnya Shusaku.

Celakanya, Hikaru memang bukanlah tipe anak yang suka hal-hal rumit, jadi dia tidak berminat dengan permainan Go. Tentu saja hal ini membuat Sai sangat sedih, karena impiannya untuk bisa bermain Go hingga mencapai "langkah dewa" berarti tidak bisa diwujudkan. Untungnya hal itu dapat diatasi, karena kebetulan Hikaru adalah anak yang lemah dalam pelajaran Sejarah, akhirnya Sai pun menawarkan untuk membantu Hikaru dalam mengerjakan PR dan ujian Sejarahnya ( soalnya Sai memang dulunya juga cerdas dan berwawasan luas ), dengan syarat asalkan Hikaru bersedia bermain Go. Hikaru pun menyanggupi, dan akhirnya perjalanan mereka berdua dalam mengalahkan para pemain terkuat hingga menjadi pemain Pro pun dimulai....

The Insei's ( Semi-Pro. Go Students )Belum membaca ceritanya pun saya sudah suka dengan Hikaru no Go ( selanjutnya akan saya singkat menjadi HikaGo ). Kenapa? Ya apalagi kalau bukan karena artworknya yang sangat bagus. Waktu pertama kali saya melihat artwork HikaGo di sebuah majalah, saya langsung terpikat karena tipe gambarnya yang semi realis dan dengan ditambahi oleh teknik pewarnaan yang enak dipandang. Tidak salah memang kalau Yumi Hotta memilih seorang komikus kawakan bernama Takeshi Obata untuk menangani seluruh illustrasi dalam karyanya ini, karena selain bisa menggambar sosok anak muda yang menarik, Obata-sensei juga piawai dalam menggambar wajah-wajah orang tua yang cukup unik dan bervariasi ( coba temukan sendiri, ada berapa macam tipe wajah orang tua di komik HikaGo ). Selain itu, lingkungan dalam kisah HikaGo juga digambar dengan mendetail, mulai dari gambar bangunan, design ruangan interior, sampai benda-benda mekanik seperti mobil, motor, rice cooker, dan komputer. Bahkan menggambar webpage internet dalam cerita saja benar-benar diperhitungkan. ^^
So, buat kamu yang ingin belajar menggambar, HikaGo adalah contoh komik yang bagus untuk bahan referensi dalam berlatih.

Di sisi lain, kisah HikaGo ini juga tidak dibuat secara asal-asalan karena mendapat arahan langsung dari pemain Go wanita profesional di Jepang, Yukari Umezawa. Bahkan semua Kifu ( catatan pertandingan ) yang pernah muncul di dalam cerita HikaGo bukan cuma pajangan semata, melainkan benar-benar diperhitungkan validity-nya. Uniknya lagi, kisah HikaGo ini kenyataanya bisa dikonsumsi oleh semua umur karena rangkaian permainan yang rumit telah berhasil diseimbangkan dengan jalinan kisah yang menghibur dan mudah dimengerti. Padahal permainan Go ini dulunya sering diidentikkan dengan permainan khusus untuk orang tua / orang dewasa ( kebanyakan kakek-nenek malah ), tapi kelihatannya kisah HikaGo berhasil mematahkan mitos kuno tersebut.
Selain itu, cerita ini juga memiliki pesan moral ( yeah, sebuah syarat cerita bermutu bagi saya ). Seperti halnya Hikaru yang sebenarnya cuma anak SD yang tidak pernah tertarik bermain Go, tapi kemudian sedikit demi sedikit ia berhasil berkembang melalui belajar dan berlatih, hingga akhirnya ia berhasil menjadi pemain Pro menjelang SMP nanti. Padahal awalnya dia cuma anak biasa yang nggak begitu cerdas dan lumayan bandel. Yup, dimana ada kemauan, disitu ada jalan. Right?

Story : 8.5
Graphic : 9.0
Character Development : 8.5
Translation ( Elex Media Komputindo ) : 8.0
Overall:
8.5

Rating : ( SU ) Semua Umur
Cerita yang menarik, gambar yang apik, dan topik yang unik. Itulah kelebihan utama dari cerita HikaGo ini. Walaupun permainan Go dalam cerita ini memang sangat kompleks dan terkadang ada juga istilah-istilah dalam permainan yang belum kita mengerti sebagai orang awam. Namun meski anda belum mengenal permainan Go, anda masih bisa menikmati ceritanya yang menyenangkan. Bahkan kadang ada juga tutorial-tutorial di tengah cerita yang bisa membantu anda memberi gambaran bagaimana permainan Go itu sebenarnya. Satu-satunya kelemahan yang ada dalam cerita ini hanyalah jumlah karakternya yang terlampau banyak, dan terkadang ada juga yang 'terbuang' seiring dengan perkembangan cerita. Tapi secara keseluruhan HikaGo adalah bacaan yang benar-benar bermutu dan layak dibaca oleh semua kalangan.
 


Posted at 11:33 am by Chandra Martinez
Ada (1) orang sudah reply!  

Next Page